Header Ads

JKT48 LOVES TOKYO – 02 Ordinary

JKT48 memperkenalkan sisi menarik dari Kota Tokyo dalam acara
「TOKYO-TRIP LUXURY or ORDINARY」dengan 2 tema yang berbeda
LUXURY dan ORDINARY.
Kali ini pengalaman yang member rasakan dalam acara tersebut kami sampaikan dalam Artikel Special di Tourist Note JAPAN.
Pada artikel「02 Ordinary」ini Ve Shania Shani dan Desy akan memperkenalkan cara menikmati kota Tokyo tanpa perlu menghabiskan biaya yang besar.

Eat & Shopping in HARAJUKU By Ve dan Desy

Di Harajuku kami pergi ke toko Crepes yang terkenal yaitu Marion Crepes di Harajuku Takeshita Street dan tempat terbaru di Tokyo untuk menikmati Kawaii Culture yaitu Kawaii Monster Cafe. Setelah itu kami pun berbelanja di Thank You Mart dimana pakaian-pakaian dijual dengan harga 390 Yen.
Ve:
Takeshita street merupakan daya tarik bagi para wisatawan karena disini kamu bisa menjumpai anak muda Jepang berekspresi melalui fashion yang out of the box.
Disini banyak sekali toko yang bisa kamu kunjungi ada toko baju sepatu aksesoris yang lucu sampai foto atau poster Celebrity Jepang.
Tak mau kalah selagi di Harujuku Desy dan aku juga ingin berbelanja merasakan sensasi Harujuku Fashion kami mampir di toko Thankyou Mart jangan kaget karena semua barang yang ada disini harganya 390yen tanpa terkecuali mulai dari baju sepatu aksesoris topi tas case handphone cosmetic. Lengkap bangeeet! By The way kenapa namanya Thank You Mart adalah karena Thank You dalam lafal Jepang dibaca San Kyu yang bisa juga diartikan San = 3 dan Kyu = 9 dalam bahasa Jepang jadi semacam “Toko 39” yang semua barang harganya 390 Yen!
Setelah puas berbelanja segala sesuatu yang berbau Harajuku Style di Thankyou Mart kami menuju ke tempat tujuan utama kami datang ke Harajuku yaitu Kawaii Monster Café tapi di tengah perjalanan menuju Kawaii Monster Café kami membeli Crepes Crepes yang ada di Takeshita street sangatlah terkenal dan favourite meskipun ada banyak toko crepes kalian gak perlu bingung karena hamper semua toko crepes di Takeshita street ini selalu ramai pengunjung.
Kawaii Monster Café this café will definitely blow your mind! Desain café ini dibuat oleh laki-laki nomor satu di kalangan budaya pop Harajuku Sebastian Matsuda. Konsep dari Kawaii Monster Café dirancang seperti anda melakukan perjalanan kedalam perut monster itu sediri” Perjalanan dimulai dari Pintu masuk dari Kawaii Monste café itu sendiri seperti berjalan diatas lidah karakter Mr. Tenthousand Chopsticks. Ketika pintu terbuka kalian dapat terlihat kue besar berbentuk komedi putar yang disebut Sweetes Go Round.
Café ini memilik 4 zona : Mushroom Disco Milk Stand Bar Experiment Mel-Tea Room. Kalian bisa menikmati suasana café yang berbeda di saat duduk di sana makanan dan minumannya pun di sesuaikan dengan konsep dari café itu sendiri full colour looks so amazingly tempting taste delicious dan harganya juga terjangkau! Pada jam – jam tertentu kamu juga bisa menyaksikan semacam mini show dari para pekerja di café ini & berfoto bersama mereka seruu banget!
Desy:
Tujuan utama kami ialah Kawaii Monster Cafe.
Tapi ternyata di sana terdapat satu jalan yang berisikan beraneka ragam fashion yang didagangkan di sana.
Kami mampir ke salah satu mart yaitu
Thank You Mart!
Kamu tau? Seluruh barang yang dijual di sini harganya ¥390!!!!!
Sangat menakjubkan mulai dari pakaian sepatu dan accessories semuanya ¥390. Accessoriesnya pun beragam mulai dari kacamata topi gelang kalung anting-anting alat kosmetik juga ¥390 lho!!!!
Kami pun tidak melewatkan kesempatan untuk belanja di tempat ini dengan tujuan bergaya ala remaja Harajuku sambil menuju ke Kawaii Monster Cafe.
Oh iya konsep dari cafe ini menceritakan bagaimana masuk ke dalam perut monster itu sendiri.
Sangat unik bukan? Siapa menyangka Cafe ini terletak di distrik budaya fashion remaja Jepang yaitu Harajuku.
Sesuai dengan lokasinya Cafe ini sudah pasti sangat warna warni.
Dan didalamnya terdapat beragam zona berbeda yang dapat dipilih oleh pengunjung lho!
Untuk menunya sendiri juga beraneka ragam yang tentunya berkonsep kawaii.
Kamu harus coba
Marion Crepes Harajuku Takeshita Street

Kawaii Monster Cafe


Thank You Mart

Purikura & 100 Yen Shop in SHIBUYA By Shania dan Shani

Di Shibuya kami foto purikura dan belanja di Daiso toko dimana semua barang harganya 100 yen.
Shani:
Yap Shibuya memang daerah yang terkenal di Tokyo. Yang pastinya saat ke Jepang Shibuya menjadi salah satu tempat yang pingin aku kunjungi dan akhirnya kesampaian juga! Shibuya selalu ramai apalagi saat melewati Shibuya Crossing. Walaupun ramai tapi yang bikin heran adalah mereka tidak pernah bertabrakan dan sangat teratur saat menyebrangi Shibuya Crossing. Walaupun awalnya sedikit deg-degan karna ramai akhirnya aku bisa melewati Shibuya Crossing bersama kak Shania.
Tempat pertama yang dikunjungi di shibuya adalah tempat foto box atau yang biasa orang sebut adalah purikura. Disini lumayan ramai dengan anak-anak remaja khususnya perempuan. Tidak lama kemudian aku dan ka Shania masuk ke dalam studio nya tapi sebelum itu kita memilih tema yang kita pilih untuk foto kali ini. Kita juga bisa memilih background sendiri lho! Setelah memilih akhirnya aku dan kak Shania foto dengan beberapa pose. Betapa terkejutnya aku foto ini benar-benar membuat orang jadi cantik! Kalau dilihat sekilas jadi mirip dengan orang asli Jepang. Setelah foto aku dan kak Shania pergi ke toko 100 yen yaitu Daiso. Disini aku membeli makanan makeup dan beberapa aksesoris lainnya.
Shania:
Ini surga semua barang tapi bisa beli dengan harga terjangkau. 100 yen. Barangnya lengkap dari baju makanan make up topi sampe peralatan rumah tangga ada semua. Kaget gitu sih pas ada baju misalnya harganya cuma 12 ribu… Siapa yang nggak kaget coba? Dan karena negara Jepang kualitasnya udah pasti oke tapi harganya terjangkau.
-purikura
Ini favorite aku banget sih tiap pergi ke Jepang. Bisa ga ya nemu di Indonesia sehebat ini? Buat cewek-cewek sih wajib banget kesini. Disini kamu foto box dan bisa design setelahnya dan dicetak langsung juga. Keren banget bisa gaya lucu lucu kawaii ala Jepang. Keren juga bisa. Udah gitu bisa di edit otomatis juga jadi lebih cantik juga imut.
Foto Purikura



Tokyo Tower in DAIMON By Ve dan Desy

Pada malam hari kami pergi ke Tokyo Tower yang merupakan simbol dari kota Tokyo. Meskipun sangat disayangkan pada saat kami ke sana sedang gerimis tapi tetap tidak menghalangi kami untuk menikmati keindahan Tokyo.
Desy:
Kunjungan wisata kami selanjutnya adalah Tokyo Tower.
Sebenarnya fungsi utama dari menara ini adalah sebagai menara pemancar.
Namun karena menara ini merupakan salah satu tower tertinggi di Tokyo (sebelum Tokyo Skytree ada) maka menara ini juga banyak dikunjungi sebagai tempat wisata.
Mau naik ke atas? Tentu saja bisa! Kamu bisa naik untuk ke lantai observasi utama dengan ketinggian +- 150m dengan harga tiket yang bervariasi. Karena aku termasuk ukuran orang dewasa aku dikenakan biaya sebesar ¥900.
Ada dua pilihan untuk menuju ke atas.
Melewati tangga dan elevator.
Karena kami ingin menyimpan tenaga untuk petualangan kami berikutnya kami memutuskan untuk naik ke atas menggunakan elevator. Di dalam elevator kamu tidak akan menyadari bahwa elevator berjalan dengan sangat cepat karena ada musik dan lampu-lampu di dalamnya. Kecuali kamu melihat ke arah jendela ya. Hehehe
Di lantai observasi utama kami mendapatkan pemandangan yang sungguh amat luar biasa.
Ditambah kunjungan kami pada waktu itu adalah malam hari.
Kami dapat melihat seluruh sisi Tokyo dengan sangat indah.
Terdapat dua lantai yaitu 1F dan 2F.
Note : Sebenarnya kamu juga bisa naik ke lantai observasi khusus lho. Yang tentunya dengan ketinggian yang lebih tinggi. Dan tiketnya dapat dibeli di lantai 2F observasi utama.
Setelah puas menikmati setiap sudut kota Tokyo kami turun menuju lantai 2F.
Di sana terdapat toko yang menjual berbagai macam kerajinan tangan dan oleh-oleh khas Tokyo Tower! Tentunya dengan harga yang terjangkau.
Di lantai ini juga terdapat bagian lantai yang terbuat dari kaca transparan.
Karena sudah di sini aku beranikan saja diriku untuk melihat ke bawah dan melewati kaca tersebut.
Setelah ku tengok ternyata aku bisa melihat ke bawah tanpa ada halangan.
Cukup ngeri sih tapi keren!
Oh iya di lantai ini juga terdapat kafe jika kamu mau untuk singgah sejenak. Cocok juga untuk tempat kencan yang romantis lho hehehe
ve:
Tempat yang kami kunjungi selanjutnya adalah Tokyo Tower.
Menara yang memiliki ketinggian 333m ini terkenal sebagai symbol kota Tokyo dan termasuk objek wisata yang banyak dikunjungi.
Untuk tiket masuk tersedia dua option lantai observasi utama dan observasi khusus. Lantai observasi utama dengan ketinggian 150 meter dan observasi khusus dengan ketinggian 250 meter.
Desy dan aku memutuskan untuk membeli tiket lantai observasi utama disini kami bisa melihat seluruh sisi Tokyo dan pemandangan ini tak terlupakan meskipun saat kami kesana cuaca sedang hujan tapi itu tidak menjadi penghalang menurutku pemandangannya jadi semakin indah dengan adanya sentuhan air menetes ditambah sentuhan lampu malam kota Tokyo.
Setelah puas menikmati pemandangan itu Desy dan aku turun satu lantai melalui tangga dilantai ini ada Merchandise Tokyo Tower yang bisa kamu beli untuk oleh – oleh selain itu ada café untuk kamu bersantai sambil menikmati pemandangan kota Tokyo dan yang paling menarik dari itu semua adalah kamu bisa menemukan lantai yang berupa kaca transparan kamu bisa melihat jelas pemandangan tepat dibawah kaki kamu. Wuiih rasanya seperti berjalan di udara ini juga merupakan spot photo favourite para pengunjung loh!
Tokyo Tower



Staying in TSUKIJI By Shania dan Shani

Kami menginap di First Cabin Tsukiji. Hotel bertema First Class pesawat dimana kita merasakan suasana yang hanya bisa didapatkan di hotel ini.
Shania:
Karena dapet trip nya yang ordinary udah mikir ah pasti hotel sederhana biasa yaudah nggak apa-apa yang penting bisa tidur. Eh gataunya pas masuk lobby curiga kok kecil tapi berasa nyaman modern gitu.. Aku pilih bussiness class… Jadi konsepnya kaya di dalam pesawat gitu unik banget ya. Tenang aja lantai kamar cowok dan cewek dipisah. Terus bener bener emang kaya ada di dalam kapsul sih. Tapi unik dan nyaman kok. Udah gitu yg lucunya karena sebelah-sebelahnya langsung pengunjung lain jadi kita ga boleh berisik. Nonton TV pun harus pakai headset.
Shani:
Hotel ini adalah hotel yang bertema cabin pesawat. Terlihat dari nama hotelnya saja aku langsung pen-asaran. Saat pertama kali masuk ke hotel ternyata dugaanku benar! Di lobby saja peralatan dan perlengka-pannya sudah mirip dengan isi pesawat. Sesampainya kami langsung menuju ke resepsionis. Dan disini aku dan kak Shania ditawarin jenis kamar yang ada disini. Dibagi menjadi 2 jenis yaitu First Class dan Business Class. Sempet bingung sedikit tapi akhirnya aku memutuskan untuk memilih yang Business Class dan ka Shania yang First Class. Kami kedapetan lantai 6 dan langsung naik ke atas. Sesampainya di atas aku sempat melihat denah lantai 6 dan ternyata kamar dengan kamar mandinya terpisah. Jadi pas pertama kali masuk aku merasa hotel ini seperti asrama.
Dan ternyata kamarnya itu benar-benar berdekatan. Kamar kak Shania lumayan besar tapi kalau kamarku benar2 sangat kecil dan sempit. Tetapi kalau untuk 1 orang dan hanya tidur saja kamar ini sangat pas. Perabotan di setiap kamar juga di design mirip cabin pesawat. Yang bikin unik adalah hotel ini setiap kamarnya tidak memiliki pintu tapi bisa ditutup dengan cara menarik tirai blind (seperti korden).
Walaupun hotel ini kecil tetapi kalau untuk menginap sendiri hotel ini juga pas dan nyaman!
First Cabin Tsukiji









Post a Comment
Powered by Blogger.