Header Ads

Aninditha Rahma Cahyadi

Aninditha Rahma Cahyadi

Dibagikan kepada publik  -  Kemarin 16.13
 
Fenomena langka ini di manfaatkan dengan maksimal oleh Cherry bak mendapatkan durian runtuh.

Cherry seakan sudah mulai bisa menebak isi hati Danis (wajarlah dia kan penyihir sama sepertiku yang dapat membaca isi hati orang).

Sebenarnya banyak sekali keuntungan memiliki sihir sepert kami, kami bisa lebih dulu tau apa yang akan terjadi, kami juga dapat membaca isi hati seseorang dengan hanya melihat mata orang...

Danis dan Cherry sibuk bercerita,
Mereka bercerita tentang asal sekolah Danis, mengapa Danis pindah dari sekolah favorit ke sekolah kami, dimana Danis tinggal dan masih banyak lagi.

Tiba-tiba aku mulai menggunakan sihirku, setelah bertahun-tahun aku tidak pernah menggunakannya

"Ome kazoa kazama korokodok!"
Tak lama suara Danis dani Cherry seakan akan terdengar seperti suara kodok ditelinggaku.

Ahh! lega rasanya dan baru kali ini aku sangat bahagia mempunyai kekuatan sihir.

"Krok...krokk..krok ..." yang saling bersahutan
Hanya suara itu yang kudengar, Cherry dan Danis pun tak menyadari mantra yang sudah aku baca tadi, sudah mulai berekasi.
Hmm,aku sedikit merasa lega. Entah mengapa rasa laparku hilang seketika
Aku hanya mengaduk aduk spaghetti yang dibawakan ibu tadi pagi.

Tak lama bel pun berbunyi.
Kami pun bergegas masuk kedalam kelas.
Dengan semangat kubereskan bekal makananku dan kumasukan kedalam loker.

Kulihat Cherry dan Danis masih sibuk cerita dengan serunya...
" Krok ..krok ..krek .." bersahut-sahutan seperti kodok yang sedang memanggil hujan.

Segera kutinggal kan mereka berdua yang lagi asik bercerita.

Aku masuk ke kelas, segera ku keluarkan buku harian untuk menuliskan sesuatu dan sekali lagi.. Aneh! Sangat aneh! tanganku seakan tak bisa bergerak menuliskan satu dua kata pun aku tak bisa padahal dalam otakku sudah banyak sekali yang harus aku tuliskan.

Kehadiran Danis pun membuat aku tidak menikmati pelajaran seperti biasanya.

Bel pulang berbunyi, aku segera menaiki bus agar lebih dulu sampai ke rumah.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan Danis, tapi entah mengapa mendengar namanya pun aku tidak suka.

Sepulang sekolah seperrti biasa ibu menyambut kepulanganku

"hai sayang, anak tercantik ibu sudah pulang!" seraya mencium keningku.

Dan seperti biasa Axel sudah lebih dulu sampai kerumah, sambil melayang layang seperti aladin sambil memegang hp.

"Hai Lana! " sapa Axel dengan nama masa kecilku

"Hai." jawabku seadanya

Aku ingin buru-buru menulis buku harian benakku.

"Jangan lupa jus kiwi mu! " ujar ibu, yang terlihat duduk didepan tv sambil membaca mantra sambil mengerakan telujuknya untuk membersihkan meja dapur selepas ibu membuatkan kami juice tadi.

Kubawa gelas berisi jus yang sudah disiapkan ibu, dan seperti biasa Axel yang sudah lebih dulu keatas dan kudengar Axel membaca mantranya untuk memerintahkan gelas jus kiwi naik ke kamarnya

Gelas Axel pun terbang lebih dulu melewatiku yang akan menaiki tangga menuju kamar, yang berada di lantai dua dan juga saling berhadapan.

Sampai kamar aku segera membuka jendela teras lebar-lebar, aku berharap angin dapat menyejukan pikiran dan dapat merubah suasana hatiku.

Ku urungkan niatku untuk menulis buku harian, kurebahkan tubuhku diatas kasur sambil menutup mata.

"Mengapa hari ini begitu aneh! mengapa harus ada murid baru yang bernama Danis" batinku lagi

Wajah Danis masih terbayang-bayang dan begitu menyebalkan di mataku, aku heran mengapa semua cewek di sekolah melihat dia begitu menarik, sampai-sampai Shena dan gengnya begitu berharap bisa dekat dengan Danis.

Tiba tiba Cherry masuk ke kamarku dengan menggunakan kekuatan sihirnya, aku yang sedang melamun terkejut minta ampun

" Cherry! " bentakku karena terkejut,
Cherry tersenyum senyum memperhatikanku

"Lana, kau harus dengar ceritaku " ujar Cherry dengan semangat 45

"Ini semua tentang Danis, kamu tau nggak Danis itu cowok terganteng yang pernah aku lihat!" ucap Chery berapi api

"Dia pintar bermain tennis,baseball dan sekolah nya dulu sekolah favorite yang ingin kita masuki Lana!"

"So,aku harus bilang wow?" Jawabku seenaknya

Cherry tetap melanjutkan ceritanya tentang Danis, semua cerita tentang Danis yang aku rasa tidak perlu untuk aku dengarkan.

Mendengar kata-kata Danis untuk ke 100 kali yang keluar dari mulut Cherry, aku sudah tak sanggup lagi, segera membaca mantra yang sudah kegunakan 2 kali dalam hari ini.

"Ome kazoa kazama korokodok" kuucapkan mantra itu dalam hati

Tak lama suara Cherry terdengar seperti suara kodok lagi di telingaku, aku yakin Cherry tidak sadar aku menggunakan sihirku , karna dia tau banget kalo aku tidak suka sihir.

"Krok...krok...krok.." Cherry terus bercerita , dari mimik mukanya dia bercerita tentang sesuatu yang bahagia ,aku pun tersenyum melihatnya.

"Ahh... Ternyata sihir ini cukup membantu" batinku.

Setelah kira kira 2 jam Cherry bercerita , dia baru sadar kalau aku tidak menanggapi ceritanya

Cherry pun pulang dan segera menghilang dari hadapanku, sambil manyun manyun.

"Dasar penyihir!" ucapku tersenyum melihat tingkah Cherry.
Kulanjutkan tidur sore ku dengan tenang.


Tak kusangka Danis menjemputku! kubuka pintu teras kamar, Danis menyambut tangganku membantuku menaiki kuda Sembrani putihnya... kami terbang diatas awan dengan menggunakan kuda , taklama tiba tiba kuda meringgkik ketakutan dan aku terjatuh dan lepas dari pengangan Danis.

"Akhh " aku berteriak
Keringat membahasahi tubuhku.

Tidak kenapa harus Danis yang masuk kedalam mimpiku...

Kulihat jam dinding sudah menujukan jam 5 pagi sudah pagi, wajar aku bermimpi buruk seragam sekolahku pun belum ku ganti dari pagi.

Tapi mengapa harus Danis yang masuk ke mimpiku, Mendengar namanya saja aku sudah mual...

Setiap hari kulalui dengan kejenuhan akut,
dan semenjak itu Cherry sudah jarang berbicara denganku , yang kudengar hanya suara kodok yang sedang bernyanyi memanggil hujan , menandakan Cherry sedang bercerita tentang Danis.

Semakin hari aku sudah biasa dengan suara kodok kodok itu.

1 bulan berlalu aku sudah tak ambil pusing dengan Danis dan Cherry lagi.

Pagi ini seperti biasa ku seret tas ranselku melewati tangga menuju meja makan seraya mengambil bekal yang sudah disiapkan ibu, berlalu keluar menuju bus yang sudah menjemput kami.

Axel sudah lebih dulu masuk bis dengan semangat.
Aku duduk di tempat biasa, dan dapat dihitung 15 menit lagi biasa nya Danis akan masuk ke dalam bus dan duduk di sebelahku

Tapi kali ini tidak seperti yang aku kira,Bus tidak berhenti. Baru kali ini aku merasa ada sesuatu yang membuat hati ku tidak enak... Apa aku merasa kehilanggan?

Kualihkan pikiranku .
Mungkin Danis sudah dulu sampai ,harapku cemas.

Kupercepat langkahku kedalam kelas,
Tak kulihat Danis pagi ini.
Kursi Danis masih kosong,
Mungkin Danis sakit atau dia lagi malas sekolah,pikirku

Bel pun berbunyi,

Mengapa ketidakhadiran Danis pagi ini membuat aku gelisah.
Kenapa aku begitu khawatir ?
Bukankah aku selalu tidak suka atas kehadirannya selama ini?
Bukankah aku merasa terganggu bila dia ada ?
Bukankah Danis sudah merebut Cherry sahabatku?

Tapi mengapa aku harus khawatir seperti ini?
Ada apa dengan ku?
Bukankah Danis sudah membuatku menggunakan sihir yang sangat aku benci,
Sihir yang tak pernah aku gunakan semenjak umurku 6tahun, semenjak aku merasa sihir itu bagaikan sebuah kutukan yang sangat berbahaya.

Danis dimana kau ..apa kau baik baik saja?
Baru hari ini buku harianku kuisi setelah 1 bulan semenjak kejadian Danis masuk kesekolah .

Dan hari ini buku harianku penuh dengan kekhawatiranku terhadap Danis.
Aku merasa sangat kehilangan

Aku seperti orang linglung, ketika Ms Sandra memberiku kapur untuk menulis jawaban math dipapan tulis,dan aku maju sambil mengigit kapur tulis seperti sedang makan pocky

Melihat kejadian aneh itu, Mrs.Sandra pun segera melarikan ku ke uks dan memberikan aku air kelapa dan berharap kapur yang kutelan bisa larut dalam air kelapa dan aku tidak keracunan.

Tak lama Cherry menghampiriku di uks.
Tiga kali Cherry menepuk pundakku dan aku masih terdiam dengan pandangan kosong.

Cherry pun mengoleskan minyak kayu putih di pundaku ,Cherry pun memeluku.
"Aku disini Lana"ujar Cherry

Kau menghawatirkan Danis ?ujar Cherry
(Inilah enaknya punya sahabat penyihir tanpa cerita dia sudah tau isi hati kita)

"Aa..aku ingin tau mengapa Danis tidak masuk hari ini Cherr?" ucapku terbata-bata

"Mau tau aja atau mau tau banget?" ledek Cherry

Bibirku semakin manyun dibuatnya.
"Apa dia sakit? apa Danis mau pindah sekolah lagi atau dia kecelakaan ?" tanyaku
Dengan sigap Cheery menutup mulutku dengan telapak kakinya... eh salah telapak tanganya.

"Kau ingin cerita baik atau buruk dulu Lana?"tanya Cherry serius

" Bisakah kabar baik saja untuku Cherr,Aku tak sanggup mendengar kabar yang buruk hari ini" jawabku memelas

"Tidak hidup itu harus seimbang ada yang baik pasti juga ada kabar yang buruk, kita memang keluarga penyihir tapi kita tidak bisa mengubah takdir Lana" ujar Cherry

"Baiklah ceritakan kabar yang terburuk dulu untukku? Katakan cepat Cherr!!"jawabku

"Kabar baik dulu aja ya Lan, Danis adalah anak laki laki yang pernah kau selamatkan ketika hampir jatuh dari jurang di belakang hutan tempat kita bermain dulu" kata Cherry

Ya,ketika aku kecil kami sering bermain di hutan yang masih banyak jurang yang agak terjal

"Tidak! Bukankan anak itu sudah meninggal, aku ingat ada anak sebaya denganku yang baru pindah ikut bermain sore itu, karena dia tidak tau lokasi yang berbahaya di hutan itu iya terjatuh ke jurang aku sempat menggunakan sihirku untuk menolongnya tapi rasa semua itu tidak berhasil ".

Air mataku dak bisa tertahankan lagi.

"Anak itu Danis? Dia selamat? tapi bagaimana kau tau.. Kenapa baru sekarang kau ceritakan padaku Cherry? Tanyaku heboh

"Kau selalu menghindar Lana, bagaimana bisa bercerita tentang Danis padamu. Danis mencarimu untuk mengucapkan terima kasih karna telah menyelamatkanya" kata Cherry

"Tapi bagaimana Danis tau kalau aku yang telah menyelamatkannya? Bukankah itu sudah sangat lama sudah 11 tahun yang lalu?" Tanya ku tak percaya

" Kabar buruknya.... Danis juga keluarga penyihir sama seperti kita, dan di tahu kalau kau malaikat penyelamatnya yang hilang maka dari itu dia berusaha mencarimu! "

Cherry meninggalkanku, sambil tertawa...

"Tapi... Akhh.." Kuurungkan niatku mengejar Cherry kepalaku masih berat.

Mengapa aku baru tahu kalo anak itu selamat? seharusnya aku tau sehingga aku tidak akan semurung ini bertahun tahun menyalahkan diriku sendiri, menyalahkan sihirku yang tidak bisa menyelamatkan anak itu. Dan aku tidak akan membenci sihirku yang selama ini bagaikan kutukan bagiku.

Lega hatiku mendengar cerita Cherry, 1 bulan ku sia-siakan hanya karna sifat egoisku

"CHERRY!" teriakku berbarengan dengan bunyi bel tanda pulang sekolah.
Kebiasaan bercerita setengah-setengah setengah omelku dalam hati.

Kugunakan sihirku untuk sampai kerumah

"Omazo kamzeo rumahxizo"
Dan tak sampai 5 detik aku sudah ada dikamarku.

Danis..Danis... entah mengapa hari ini aku sangat senang mendengar namanya.

Benarkah kalau aku malaikat penyelamatnya yang hilang? Aku tersenyum dalam hati

Aku berharap segera berganti hari dan Danis akan masuk sekolah besok


Dear diary,

Danis... aku tidak akan menggunakan sihirku agar kau suka denganku
Biar kau menyukaiku apa adanya, matamu sudah menyihirku

Alana💜, 5 januari 2015





Tamat.
Post a Comment
Powered by Blogger.