Header Ads

Sosenkyo JKT48 : Ajang Pembuktian dan Air Mata

Menuju Pengumuman Sosenkyo Pertama JKT48..

JKT48. Mendengar nama yang sudah tidak asing lagi di telinga saya ini, seperti manusia yang makan nasi, berulang-ulang namun tak pernah bosan. Seperti saya saat mendengar pembicaraan mengenai JKT48, baik di media twitter, facebook, kaskus, dan bahkan di kehidupan sehari-hari saya. Bukan hanya  untuk saya, untuk para fans pun JKT48 memang tak pernah membosankan untuk diikuti. Selain memang member-member yang ada di dalamnya sangat menarik secara performance dan personalitymereka masing-masing, label franchise pertama AKB48 di luar Jepang pun menjadikan JKT48 sebagai tolak ukur kesuksesan sister group AKB48 di luar Jepang.
JKT48 itu seperti pembuka jalan. Mengapa saya katakan seperti itu? Banyak tentu hal-hal yang membuat saya mengatakan hal sedemikian rupa. Yang pertama tentu seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa JKT48 adalah sister group pertama AKB48 yang pertama ada di luar Jepang. Selain itu, JKT48 pun langsung memasukkan salah satu membernya ke dalam PV coupling lagu AKB48 pada single ke-25 mereka (Melody Nurramdhani Laksani , New Ship) . Di JKT48 pun, ada pula member yang membatalkan pengumuman graduatenya. Dan kali ini, JKT48 menjadi sister group pertama yang melangsungkan Senbatsu Sosenkyo.
Senbatsu Sosenkyo : Ajang Pembuktian dan Air Mata
Di Jepang sendiri, Senbatsu Sosenkyo adalah event tahunan AKB48 yang diadakan sejak tahun 2009. Selama 4 tahun pertama pelaksanaannya, hanya ada 2 nama yang dapat memenangi titel center pada Sosenkyo, yakni Atsuko Maeda (graduate, 2012) dan Oshima Yuko (graduate, Juni 2014) masing-masing memenangkannya sebanyak 2 kali. Rivalitas keduanya yang sangat kental di kalangan fans bahkan sampai memunculkan basis haters yang besar bagi kedua member tersebut. Atsuko Maeda (Acchan) yang sejak awal AKB48 dibentuk didaulat menjadi center meskipun ia hanya dipandang sebagai ‘gadis biasa’ bahkan oleh teman-temannya , yang kemudian akan diingat sebagai ‘the ace of AKB48. Oshima Yuko sendiri adalah seorang pekerja keras, generasi kedua dari AKB48, dan satu-satunya orang di AKB48 yang dapat menyaingi Acchan. Keduanya adalah teman baik, sekaligus ‘musuh terbesar’ bagi keduanya.
Acchan dan Yuko, Senbatsu Sosenkyo 2010
Acchan dan Yuko, Senbatsu Sosenkyo 2010
Setiap event Sosenkyo, nama keduanya menjadi perdebatan mengenai siapa yang akan memenangkannya. Pahit memang, dua orang teman baik, yang sama-sama membangun AKB48 dari nol menjadi terkenal seperti sekarang ini harus saling mengalahkan di atas panggung. Tak ayal, di setiap gelaran sosenkyo, selalu ada yang meneteskan air mata. Yang menang meneteskan air mata karena harus menanggung beban mengalahkan temannya sendiri, yang kalah meneteskan air mata karena harus mengakui kalau temannya lebih baik dari dirinya.
Di JKT48 sendiri, ajang Sosenkyo ini sendiri adalah pembuktian bagi para member nya. Di baris depan, tentu ada Melody, yang ingin membuktikan kalau dia memang pantas menjadi center di JKT48, bukan hanya karena pilihan manajemen JKT48. Di belakang Melody, ada pula Haruka yang pernah merasakan bagaimana kerasnya persaingan Sosenkyo di AKB48. Menurut saya, Haruka menjadi salah satu member yang bisa menjegal Melody untuk menjadi center pada perhelatan Sosenkyo JKT48 ini.
Lalu ada member-member yang biasa mengisi barisan depan single JKT48, nama-nama seperti Nabilah, Shania, Beby, Veranda, akan saling berusaha untuk mengalahkan satu sama lain untuk mencapai posisi tertinggi. Kapten Tim J pun tak luput dari perhatian saya. Ya, Kinal yang dulunya bukanlah member yang ada di baris depan JKT48, melalui perjuangannya kini ia menjadi langganan senbatsu JKT48 serta menjadi Kapten Tim J.
Persaingan Senbatsu Sosenkyo pun semakin menarik karena motivasi masing-masing member untuk masuk Sosenkyo ini berbeda-beda. Untuk mayoritas Tim KIII, ini adalah ajang pembuktian bagi mereka kalau mereka sudah bisa disejajarkan dengan kakak-kakak mereka. Sedangkan bagi para trainee, ini adalah kesempatan untuk membuktikan diri kalau mereka sudah pantas untuk dimasukkan ke dalam tim.
Sosenkyo memanglah ajang untuk membuktikan diri seberapa populer kah para member di kalangan fans, tapi di sisi lain juga akan menyakitkan bagi mereka. Melihat teman seperjuangan mereka hanya duduk tidak terpanggil saat mereka ada di stage, dan sebaliknya melihat teman mereka terpanggil namanya sedangkan dirinya tidak, tentu menjadi pukulan berat bagi mereka.
Untuk para fans, melihat oshimen mereka berada di atas panggung Sosenkyo adalah sebuah kebanggaan, sedangkan untuk mereka yang tidak masuk dalam pilihan, akan menyakitkan karena terkadang usaha keras pun tak selalu membuahkan hasil yang diinginkan.
Oshima Yuko: “Kowai yo (Saya takut) ,” saat memenangkan Senbatsu Sosenkyo AKB48 kedua tahun 2010.
Post a Comment
Powered by Blogger.