Header Ads

JKT48, Gugatan Untuk JOT, Dan Kisruh Tanggal AFAID 2015

JKT48, Gugatan Untuk JOT, dan Kisruh Tanggal AFAID 2015

Namun bicara soal JKT48, yang dari dulu mungkin tidak berubah adalah selalu adanya nada sumbang ketidakpuasan fans mengenai pelayanan yang diberikan oleh JKT48 Operation Team, selaku manajemen yang memegang aktivitas JKT48. Mulai dari sound system yang kadang tidak benar, crowd handling yang kurang baik, masalah waktu handshake, dan hal-hal lainnya yang sudah 3 tahun sejak mereka debut masih ada kekurangan sana-sini. Kekurangan memang wajar, namun dapat disebut wajar apabila dalam pelaksanaan selanjutnya terjadi mungkin memang ada sesuatu yang salah dalam manajemen nya. Mungkin ini juga yang melatarbelakangi munculnya sebuah gerakan menggugat, lebih tepat disebut ramai-ramai melakukan komplain dengan hashtag, yang sedang ramai di twitter hingga muncul di trending topic Indonesia.
Begini kronologisnya, sekitar kurang dari 1 hari sebelum handshake festival single terbaru JKT48, pihak JOT mengumumkan peraturan baru mengenai handshake festival ini, yakni gift tidak boleh diberikan langsung di dalam bilik handshake, selanjutnya adalah penggunaan tiket maksimal dalam sekali antri handshake. Aturan pertama, sepertinya tidak banyak dari kita yang akan komplain mengenai hal ini, karena aturan ini dimaksudkan agar member tidak menerima hal aneh yang mungkin diberikan oleh fans. Aturan kedualah yang dipermasalahkan oleh fans, karena dari maksimal 30 tiket dalam sekali handshake hanya dibatasi menjadi 10, yang berarti untuk mereka pemegang 30 x tiket handshake , atau berapapun yang lebih dari 10 dalam 1 sesi, mereka harus mengantri lagi dari awal, dan yang ditakutkan adalah pemilik tiket banyak tidak dapat menggunakan seluruh tiket mereka, dan hangus. Hal ini yang menjadi wacana yang diangkat di komplain beramai-ramai di twitter, karena JOT memberikan pengumuman ini sangat mepet dengan pelaksanaan acara. Apabila diberitahukan sejak jauh-jauh hari, mungkin ceritanya akan berbeda dan komplain beramai-ramai ini mungkin tidak akan ada.
Berbicara soal komplain dari konsumen, beberapa waktu lalu juga panitia Anime Festival Asia Indonesia (AFAID) juga dikecam banyak pihak karena pilihan lokasi AFAID tahun ini dan waktu yang sangat tidak tepat. Selain mengambil waktu hari Kamis hingga Sabtu, serta bertepatan dengan perayaan hari besar Idul Adha. Kontan hal ini membuat fans marah, dan sebagai hasilnya baik fanspage AFA di facebook maupun twitter Official AFAID mendapat kecaman dari berbagai pihak. Terdengar familiar, bukan, dengan yang terjadi dengan JOT kali ini? Mungkin yang membedakan adalah bagaimana keduany menghandle kritik yang datang. Pihak AFAID beberapa saat setelah mendapat kecaman keras dari konsumen mereka langsung memberikan permintaan maaf melalui facebook dan twitter mereka , dan memberikan alasan kongkrit serta menjanjikan konten yang bermutu untuk menjaga konsumen mereka. Dan benar saja, respon konsumen, (baca:penggemar Jejepangan) saat mengetahui daftar artis yang dibawa oleh pihak AFAID sangat berbeda ketika mereka mengecam tanggal pelaksanaan acara tersebut. Banyak yang bersorak, bahkan sudah bersiap-siap membeli tiket meski penjualan tiket pun belum diumumkan kapan.
Hal ini menjadi pertanyaan buat kita ; mampukan JOT melakukan hal yang dilakukan oleh penyelenggara AFAID? Memberikan konten yang bagus setelah dikecam keras? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Penulis : @ilham_shaq
Post a Comment
Powered by Blogger.